// //

Gangguan Kepribadian Paranoid



Gangguan kepribadian paranoid didefenisikan sebagai ketidakpercayaan atau kecurigaan kepada orang orang lain disekitar penderita dan beranggapan bahwa perilaku orang-orang disekitar penderita tersebut mengancam dirinya terlepas dari bukti-bukti yang menunjukkan sebaliknya. Hal ini umumnya terjadi pada awal masa dewasa.

Seseorang dengan gangguan ini akan tampak keras dari penampilannya dan tampak tidak peduli terhadap perasaan orang lain. Penderita biasanya tegang dan mudah tersinggung serta selalu bersikap waspada terhadap kemungkinan adanya ancaman. Kekhawatiran kehilangan kendali dan kemampuan membuat penderita selalu menghindari interaksi dengan orang disekitarnya. Peenderita merasa diintimidasi dan secara terus menerus akan menilai ketulusan orang lain terhadap dirinya.

Penderita gangguan kepribadian Paranoid akan oversensitif dan mengintepretasikan hal kecil sebagai "orang lain akan mencelakakannya". Penderita merasa seolah olah diintimidasi dan secara terus menerus akan menilai ketulusan orang lain terhadap dirinya.

Dengan adanya gangguan kepribadian ini, penderita juga mengalami keterbatasan rasa percaya diri sebagai respon terhadap pemikiran/persepsinya terhadap orang lain. Sebagai contoh. penderita berpikir bahwa dirinya akan kehilangan promosi karena atasannya memiliki masalah dengannya, bukannya berpikir bahwa kemungkinan ada orang yang lebih kompeten.

Penderita memiliki kecenderungan untuk mudah rentan dan berperilaku defensif. Seseorang dengan kepribadian Paranoid akan cenderung menyendiri karena kecenderungan mendendam.

Seseorang dengan gangguan kepribadian Paranoid pada umumnya berkemungkinan besar memiliki keluarga dengan Skizofrenia. Penelitian juga telah memperlihatkan adanya kemungkinan gangguan ini diturunkan secara genetik.

Penderita mungkin memiliki pengalaman sebagai yang dibenci atau mendapatkan perlakuan kekerasan dari orang tua dan menjadi kambing hitam. Sebagai seorang anak, penderita belajar melihat dunia sebagai suatu tempat yang keras dan mulai tidak mempercayai orang lain dan niat mereka.

Gangguan kepribadian pada umumnya diterapi melalui terapi pengertian seperti cognitive behavioural theraphy dan dialectical behavioural theraphy.

Gannguan kepribadian pada umumnya diterapi melalui terapi pengertian seperti cognitive behavioural therapy dan dialectical behavioural therapy.
Powered by Blogger.