Shelly Iskandar meraih gelar dokter dan psikiater dari Universitas Padjadjaran dan meraih gelar PhD dari Radboud University, Belanda dengan bidang kekhususan adiksi.

Saat ini menjabat sebagai Kepala Program Studi Psikiatri FK UNPAD/ RSHS, menjadi narasumber dan sering mengikuti berbagai forum seminar dan workshop dalam dan luar negeri, anggota Education Board International Society of Addiction Medicine (ISAM). Bekerja sama dengan pasien untuk menemukan solusi permasalahan kesehatan jiwa di RS Hasan Sadikin dan RS Melinda 2 melalui pendekatan modern dan traditional chinesse medicine (akupunktur). Akses lebih lanjut...


Cakupan Layanan Psikiatris Dokter Shelly Meliputi :-

  • Mood Disorders (Depression, Dysthymia, Bipolar affective disorder, among others),Anxiety Disorders and Obsessive Compulsive Disorders (OCD), Schizophrenia and other Psychotic Disorders .
  • Self Harm Behavior and Suicide Risk,Personality Disorders,ADHD (Child, Adolescent, Adult),Sleep Disorders,Eating Disorders.
  • Childhood and Adolescent Disorders including Pervasive Developmental Disorders (Autism, Asperger's, and others),Dementia and Cognitive Disorders, Alcohol and Substance Abuse, Couple Therapy, Perinatal and Postpartum Mood Disorders
// //

Pemberitahuan Libur Praktek 25 Oktober - 28 Oktober 2019

Pengumuman, Dokter Cuti Praktek 25 Oktober sampai 28 Oktober 2019..

Masuk Kembali 29 Oktober 2019

Digest More
// //

Bulimia Nervosa



Bulimia nervosa  diderita oleh kurang lebih satu hingga dua persen dari populasi, umumnya diderita oleh wanita muda. Gangguan ini bersifat episodik, mengalami siklus makan berlebihan dan pengeluaran berlebihan, memakan makanan dalam jumlah yang sangat berlebihan dan kemudian melakukan pengeluaran makanan seperti memuntahkannya secara sengaja atau dengan penyalahgunaan pencahar.

Pada periode makan yang berlebihan, penderita umumnya menikmati mengkonsumsi makanan yang memiliki kalori tinggi, pada umumnya yang bertekstur lembut/lunak sehingga tidak perlu upaya mengunyah. Makan yang berlebihan ini biasanya dilakukan secara diam-diam dan biasanya hanya dapat dihentikan oleh dorongan yang kuat seperti muntah atau adanya interaksi sosial (keberadaan orang lain). Penderita mengalami perasaan menyenangkan namun dapat menimbulkan rasa malu yang sangat dan depresi.

Dalam periode pengeluaran, penderita akan memaksakan pengeluaran kalori yang berlebihan dengan memuntahkan makanan, penyalahgunaan diuretik (obat yang menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil) dan pencahar, melakukan puasa atau olahraga berlebihan.

Penderita mungkin akan memiliki rasa khawatir dengan penampilannya dan bagaiman orang lain menilainya. Penderita juga kemungkinan akan mengalami perubahan / fluktuasi berat badan  akibat siklus makan yang berlebihan dan pengeluaran yang walaupun pada umumnya penderita bulimia memiliki berat badan dalam rentang normal.

Terdapat gangguan yang berkaitan yaitu makan berlebihan yaitu gangguan makan dalam jumlah berlebih seperti pada bulimia nervisa namun tidak disertai periode pengeluaran.

Muntah berlebihan dan penyalahgunaan pencahar dapat menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Asam lambung yang naik ke saluran di atasnya dapat menyebabkan kerusakan esofagus/saluran pencernaan di atas lambung) dan kerusakan gigi. Jika Anda mengalami bulimia, Anda juga kemungkinan mengalami gangguan mental lainnya seperti depresi dan cemas.
Digest More
// //

Anoreksia Nervosa




Anorexsia nervosa merupakan gangguan yang membuat penderita merasa ketakutan demikian kuat membayangkan berat badannya bertambah. Penderita akan berusaha membatasi kalori/jumlah makanan yang diasup dalam dosis yang extrem rendah. Usaha ini juga disertai dengan berbagai upaya untuk menurunkan berat  badan seperti olahraga yang berlebihan, memaksakan diri untuk memuntahkan makanan, menggunakan pencahar atau diuretik.

Beberapa gejala dari anorexia adalah :
  • Ketakutan bertambah berat badan
  • Preokupasi/pikiran yang terus menerus didominasi dengan makanan dan makan
  • Menggangap diri sendiri gemuk walaupun pada kenyataannya sangat kurus.
  • Memotong makanan menjadi ukuran-ukuran kecil dan meratakannya di piring untuk memberi kesan sedang makan.
  • Melakukan olahraga berlebihan
  • Mungkin melakukan pengeluaran makanan dari tubuh dengan muntah, pencahar atau diuretik.
Terdapat banyak gejala fisik berbahaya yang perlu diwaspadai :
  • Kehilangan berat badan secara cepat atau perubahan / fluktuasi berat badan
  • Penurunan libido/gairah seksual pada laki laki
  • Gangguan menstruasi pada perempuan
  • Pusing, lemah, "kleyengan"
  • Tidak bertenaga
  • Gangguan sirkulasi darah sehingga merasa dingin
  • Perubahan wajah dan munculnya bulu bulu halus pada tubuh
Implikasi / dampak terhadap kesehatan serius dan dapat menyebabkan kematian. Hal yang dapata mengarah ke degenerasi hati, fungsi kelenjar tiroid yang abnormal, hipotermia/suhu tubuh yang rendah, karotenemia (penguningan kulit), gangguan jantung, dan masih banyak lagi. Orang dengan gangguan anoreksia berat mungkin memerlukan rawat inap untuk menyelamatkan nyawanya.

Digest More
// //

Penyalahgunaan Opioid



Penyalahgunaan Opioid merupakan konsumsi obat turunan (heroin, morfin) atau obat sintetik yang bekerja mirip dengan opium seperti metadon, buprenorphin tanpa pengawasan dokter. Opium adalah getah yang berasal dari tanaman opium poppy, mengandung 12% morfin, yang kemudian dapat diproses menjadi heroin sampai diperdagangkan secara illegal. Opioid dipergunakan karena memiliki efek menghilangkan nyeri khususnya pada pasien terminal (pasien dengan harapan hidup yang rendah). Opioid seringkali disalahgunakan sehingga mengakibatkan efek eforia.

Jika opioid dipergunakan secara teratur dalam 2 hingga 10 hari, maka akan menyebabkan ketergantungan psikologis dan adiksi berat. Opioid biasa digunakan lewat suntikan, dihisap meelalui rokok atau hidung (snort).

Gejala ketergantungan opioid adalah :
  • Memiliki kompulsif atau keinginan kuat untuk menggunakan opioid
  • Mengalami gangguan mengontrol penggunaan opioid
  • Mengalami gejala putus zat saat tidak menggunakan opioid (nyeri, hidung meler, cemas)
  • Mengalami toleransi atau memerlukan dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang sama (high)
  • Mengesampingkan minat lain atau aktivitas menyenangkan lainnya.
  • Terus menggunakan walaupun mengetahui dampak buruk yang terjadi pada diri sendiri maupun orang lain.
Gejala Overdosis :
  • Nafas pendek
  • Nadi lambat
  • Kulit lembab
  • Pembengkakan paru (pulmonory oedema, adanya penumpukan cairan dalam paru-paru)
  •  Gagal nafas
  • Kejang
  • Koma bahkan kematian



Digest More
// //

Penyalahgunaan Zat Halusinogen



Halusinogen adalah narkoba yang dapat menyebabkan halunisasi, dengan kata lain dapat menyebabkan seseorang mendengar atau melihat atau merasakan hal hal yang tidak nyata (hanya ia sendiri yang mengalaminya). Tiga halusinogen yang paling umum digunakan adalah LSD (d-lysergic acid diethylamide), psilocybin dan PCP (phencyclidine).

LSD mempengaruhi seseorang dengan merubah sensasi dan perasaan seseorang. Orang tersebut dapat mengalami beberapa emosi pada saat bersamaan atau berubah dengan cepat dari emosi yang satu ke emosi yang lain. Dalam dosis yang lebih tinggi, narkoba ini menyebabkan waham/kepercayaan yang salah yang diyakini kebenarannya dan halunisasi. Seseorang dapat merasa mereka mendengar suara atau melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh orang lain disekitarnya. Mereka juga dapat merasakan ketakutan yang besar dalam hubungannya dengan kehilangan kendali, menjadi gila atau berakibat kematian. Pengguna LSD juga seringkali mengalami "flashbacks"(merasa mengalami suatu kejadian kembali) secara tiba tiba dan tanpa ada gejala atau tanda-tanda sebelumnya selama beberapa hari atau bahkan sampai satu tahun setelah penggunaan narkoba. LSD memiliki tingkat adiksi yang rendah dan biasanya pengguna dapat menghentikan atau menurunkan sendiri dosis narkoba golongan ini.

Psilocybin didapatkan dari jamur yang asalnya dari daerah di Amerika Selatan, Mexico, Amerika Serikat dan bahkan Indonesia. Biasa dipakai dalam kondisi segar atau dikeringkan. Narkoba ini juga dapat digunakan dengan cara menyeduhnya bersama dengan teh atau dimasak bersama makanan lainnya. Efeknya biasanya bertahan selama 6 jam.

Efek dari jamur yang mengandung psilocybin mirip dengan LSD. Efek psikologis termasuk halunisasi, perubahan persepsi waktu, tidak bisa membedakan yang nyata dengan yang tidak nyata. Psilocybin juga dapat menimbulkan reaksi panik dan psikosis. Efek jangka panjang yang dapat timbul adalah adanya flashbacks, resiko terjadinya gangguan psikiatri, gangguan memori, dan toleransi (perlu dosis meningkat untuk mendapatkan efek yang sama) terhadap narkoba.

PCP (phencyclidine) pada awalnya dikembangkan tahun 1950-an sebagai obat bius/anestesi, namun karena efek sampingnya maka obat ini tidak lagi digunakan. Bentuknya berupa serbuk putih yang larut dalam air atau alkohol. Pada umumnya dihisap lewat hidung (snorted), dirokok atau ditelan (oral). Efeknya biasanya bertahan sampai 6 jam.

PCP menganggu persepsi penglihatan dan pendengaran dan perasaan terpisah dari badan. Efek sampingnya adalah gejala-gejala yang mirip Schizophrenia (waham, halunisasi, paranoid/curiga) dan gangguan mood/suasana perasaan seperti kecemasan hebat. Efek jangka panjang  termasuk adukasi, kehilangan memori, masalah dengan bicara dan berpikir, depresi dan kehilangan berat badan. Gejala-gejala dapat bertahan bahkan sampai satu tahun setelah menghentikan penggunaan.

Overdosis berat dapat menyebabkan masalah pernafasan, koma, kejang atau kematian. Walaupun hal ini jarang terjadi. Sebagian besar kematian oleh halusinogen disebabkan oleh bunuh diri atau kecelakaan.


Digest More
// //

Penyalahgunaan Ganja



Ganja/Marijuana/Kanabis (Cannabis sativa) merupakan tanaman yang berasal dari India yang tumbuh di iklim hangat. Kanabis merupakan narkoba ilegal kedua terbanyak yang dipersalahgunakan di Amerika. Saat ini mulai secara legal digunakan di beberapa negara bagian Amerika dan Negara Kanada untuk tujuan rekreasi dan kesehatan. Cara penggunaan yang paling umum adalah dengan dirokok. Bagian yang digunakan dari tanaman ini adalah daun, batang dan bunga yang telah dikeringkan.

Terdapat beberapa usaha untuk melegalisasi narkoba ganja ini oleh karena terdapat beberapa manfaat terapeutik seperti mengurangi efek samping kemoterapi, termasuk mengurangi nyeri kronis pada multiple sclerosis, glaukoma dan AIDS. Beberapa negara dan negara bagian di Amerika telah mengatur pemanfaatan kanabis untuk kepentingan tersebut. Walaupun demikian penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui efek penggunaan narkoba ini dalam jangka panjang.

Konsumsi dapat mebangkitkan eforia atau rasa senang berlebihan, perasaan lega dan relaksasi, banyak bicara, persepsi waktu yang terasa lambat, menemukan hal-hal menjadi aneh dan lucu, cemas, paranoid/curiga dan adanya persepsi rangsangan/stimulus eksternal yang lebih kuat.

Gangguan ketrampilan motorik/pergerakan dapat terjadi 8 sampai 10 jam setelah konsumsi ganja. Mengemudi juga sangat berbahaya saat menggunakan narkoba ganja. Penggunaan ganja juga akan meningkatkan efek jika bersamaan dengan konsumsi alkohol.

Penggunaan kanabis juga akan mencetuskan atau memperberat kondisi kesehatan mental seseorang. Seorang pengguna kanabis memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami gangguan mental, seperti gangguan psikotik. Pengguna khususnya pengguna usia muda juga pada umumnya cenderung akan mengalami masalah konsentrasi, motivasi dan kemampuan belajar. Pada pelajar hal ini sering ditandai dengan menurunnya prestasi akademik.

Overdosis dan gejala putus zat jarang dikeluhkan. Permasalah yang sering ditemui adalah paranoid, halunisasi, kelelahan, delusi,waham,kepercayaan yang salah terhadap sesuatu ide dan gangguan psikotik.









Digest More
// //

Penyalahgunaan Sedatif



Sedatif atau obat tidur merupakan obat-obatan yang menimbulkan perasaan mengantuk, menurunkan kecemasan, ketersinggungan (mudah marah), atau semangat yang berlebihan. Yang termasuk dalam golongan obat ini adalah benzodiazepin (Alprazolam, Clonazepam, Nitrazepam) dan Barbiturat. ebenzodiazepin lebih banyak digunakan untuk mengatasi kecemasan dan gangguan tidur. Barbiturat lebih sering digunakan untuk mengatasi kejang dan anastesi pada pembedahan. Pada umumnya penggunaan obat ini aman jika digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Penyalahgunaan dapat menimbulkan efek overdosis dan dampak yang berbahaya .

https://today.line.me/id/pc/article/Kratom+berpotensi+picu+overdosis+dan+kematian-pnopV7
Daun Kratom atau biak atau puri (Mitragyna speciosa)

"Club drugs"/obat pesta seperti GHB dapat menyebabkan disinhibisi (lemahnya pengontrolan), perasaan bersemangat dan amnesia (lupa ingatan). Obat ini sering disebut sebagai "date-rape-drugs" karena efeknya tersebut. Penggunaan rutin dari obat-obatan ini menyebabkan toleransi (kebutuhan peningkatan dosis untuk mendapatkan efek yang sama) dan ketergantungan.

Benzodiazepin dapat menyebabkan rasa mengantuk berlebihan, gangguan daya ingat (terutama memori saat ini seperti mengunci, meletakkan benda-benda), gangguan ketrampilan motorik/pergerakan (sehingga sering mengalami kecelakaan/kecerobohan) dan kebingungan. Overdosis dapat menyebabkan henti nafas, koma, bahkan kematian.

Sedatif akan lebih berbahaya bahkan mematikan jika digunakan bersamaan dengan alkohol. Sedatif memperkuat efek alkohol sehingga meminum beberapa gelas akan berefek seperti sudah meminum banyak gelas.

Gejala dari adiksi sedatif termasuk :
  • Keinginan untuk menggunakan obat disertai ketidakmampuan menurunkan jumlah obat yang digunakan.
  • Ketergantungan fisik yang ditandai dengan gejala putus zat ketika menghentikan atau mengurangi jumlah obat yang digunakan.
  • Gejala putus zat sedatif
  • Anxiety/cemas
  • Demam
  • Gelisah
  • Halunisasi
  • Disorientasi/ketidakmampuan mengenali orang, tempat atau waktu 
  • Tremor
  • Delirium


Digest More
Powered by Blogger.