Shelly Iskandar meraih gelar dokter dan psikiater dari Universitas Padjadjaran dan meraih gelar PhD dari Radboud University, Belanda dengan bidang kekhususan adiksi.

Saat ini menjabat sebagai Kepala Program Studi Psikiatri FK UNPAD/ RSHS, menjadi narasumber dan sering mengikuti berbagai forum seminar dan workshop dalam dan luar negeri, anggota Education Board International Society of Addiction Medicine (ISAM). Bekerja sama dengan pasien untuk menemukan solusi permasalahan kesehatan jiwa di RS Hasan Sadikin dan RS Melinda 2 melalui pendekatan modern dan traditional chinesse medicine (akupunktur). Akses lebih lanjut...


Cakupan Layanan Psikiatris Dokter Shelly Meliputi :-

  • Mood Disorders (Depression, Dysthymia, Bipolar affective disorder, among others),Anxiety Disorders and Obsessive Compulsive Disorders (OCD), Schizophrenia and other Psychotic Disorders .
  • Self Harm Behavior and Suicide Risk,Personality Disorders,ADHD (Child, Adolescent, Adult),Sleep Disorders,Eating Disorders.
  • Childhood and Adolescent Disorders including Pervasive Developmental Disorders (Autism, Asperger's, and others),Dementia and Cognitive Disorders, Alcohol and Substance Abuse, Couple Therapy, Perinatal and Postpartum Mood Disorders
// //

Pemberitahuan Libur Praktek 30 Juli-3 Agustus 2018

Sehubungan dengan adanya tugas menjadi pembicara di Huahin, Thailand, maka tanggal 30 Juli  sehingga 3 Agustus, dr. Shelly berhalangan praktek.





Demikian Harap Dimaklumi. 
Terima kasih
Digest More
// //

Penyalahgunaan Stimulan


Stimulan adalah obat-obatan yang memengaruhi susunan saraf pusat yang menyebabkan stimulasi perilaku dan agitasi. Stimulan terdiri dari berbagai macam obat-obatan mulai dari stimulan ringan seperti kafein, nikotin sehingga amfetamin dan kokain.

Jenis stimulan lainnya yang umum digunakan adalah amfetamin dan metilfenidat dan biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH). Keduanya efektif untuk mengatasi kesulitan konsentrasi dan hiperaktivitas dan gejala lainnya yang bersumber dari GPPH. Walaupun demikian, jika disalahgunakan dan digunakan dalam dosis yang lebih tinggi daripada yang dianjurkan, dapat menyebabkan adiksi dan menyebabkan masalah serius. Amfetamin lainnya seperti metamfetamin kerap kali  disalahgunakan.

Seseorang memilih untuk menggunakan stimulan baik yang diresepkan atau tidak untuk tujuan meningkatkan performa/kemampuan bekerja. Golongan amfetamin dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, keadaan siaga lebih lama dari rata rata, dan meningkatkan konsentrasi serta perhatian. Efek eforia lebih optimal jika amfetamin dibuat serbuk halus dan disuntikan kepada pengguna.

Stimulan terutama jenis kokain dapat menyebabkan kerusakan otak, paru-paru, pembuluh darah dan jantung. Stimulan juga dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, irama jantung yang abnormal (aritmia), kejang dan meningkatkan risiko stroke. Menghisap stimulan melalui hidung (snorting) dapat merusak paru-paru dan sinus. Stimulan yang dibakar dapat mengiritasi paru-paru dan dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang permanen dan juga menyebabkan luka, kerusakan ginjal dan dapat mempengaruhi fungsi seksual. Di USA, kokain dilaporkan merupakan kunjungan kedaruratan terbesar dari kasus-kasus narkoba. Kokain merupakan stimulan paling kuat yang dapat diperoleh secara alami.

Gejala-gejala dari overdosis stimulan :
  • Halunisasi
  • Kejang-kejang
  • Gangguan pernafasan, pembengkakan paru (cairan di dalam paru-paru)
  • Serangan jantung
  • Gangguan irama jantung (aritmia), tekanan darah tinggi dan denyut jantung yang meningkat
  • Sakit kepala
  • Koma bahkan berujung pada kematian.

Digest More
// //

Gangguan Kecemasan Sosial



Gangguan Kecemasan Sosial merupakan suatu tipe dari gangguan cemas di mana Anda memiliki kekhawatiran berlebihan dalam komunitas sosial dan merasa akan di nilai secara negatif oleh orang lain. Hal ini berbeda dengan perasaan malu, dikarenakan gangguan ini dapat menimbulkan penghambatan nyata dalam kehidupan seseorang yang mengidapnya. Fobia sosial dialami sekitar 3 (tiga) persen populasi dan merupakan gangguan yang cukup umum.

Beberapa gejala kecemasan sosial termasuk raut wajah sering merah atau merah padam, gagap, jantung berdebar, mual, mulut dan tenggorokan kering, dan lain-lain. Semua itu  muncul terutama jika terekspose dengan orang banyak atau keramaian. Jika Anda memiliki gangguan kecemasan sosial, Anda akan merasa takut berkepanjangan  menghadapi situasi sosial, di mana terdapat orang-orang yang belum Anda kenal atau Anda merasakan mendapat perhatian/penilain oleh orang lain

Beberapa pertanda lainnya termasuk :
  • Khawati untuk minum atau makan di area publik
  • Kecemasan bila berbicara di depan orang banyak
  • Kecemasan bilaman mengunakan toilet umum
  • Merasa berada pada  situasi di mana mereka merasa akan dipermalukan 
  • Sukar atau tidak dapat memulai perbincangan dengan orang lain
  • Mengalami masalah dalam pacaran
  • Krisis kepercayaan diri yang hebat
  • Cemas bilamana akan berjumpa dengan orang lain
  • Mengalami situasi ini dengan intensitas cemas yang luar biasa dan timbul perasaan stress.
Terapi bagi penderita kecemasan sosial diantaranya :
  •  Edukasi mengenai penyebab munculnya kecemasan sosial
  • Terapi perilaku kognitif (diajarkan untuk mengatasi pikiran negatif)
  • Belajar teknik  manajemen stress
  • Obat-obatan
  • Latihan ketrampilan sosial



Digest More
// //

Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif



Gangguan kepribadian obsesif kompulsif (GKOK) didiagnosis jika seseorang memiliki pre okupasi kebersihan, keteraturan, kerapian, dan perfeksionis hampir di segala keadaan.

Seseorang dengan GKOK, biasanya memiliki standar kerja yang tinggi, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan bidang kerja lainnya yang membutuhkan kinerja tinggi. Tidak seperti gangguan obsesif kompulsif, seseorang dengan gangguan kepribadian tidak menderita karena perilaku dan pikiran obsesif yang tidak diinginkan.

Seseorang dengan GKOK biasanya kelihatan selalu serius, banyak bicara, dan memiliki selera humor yang rendah. Seseorang dengan gangguan obsesif kompulsif biasanya memiliki kemampuan sosialisasi yang rendah. Hubungan yang terjadi umumnya kurang keakraban dan terkendali dan mereka tidak nyaman dengan emosi mereka.

Gejala GKOK antara lain:
  • Sangat tergantung/memegang teguh aturan, detail, urutan, organisasi, dan jadwal
  • Sangat perfeksionis sehingga tidak dapat menyelesaikan sesuatu jika tidak dianggap sempurna
  • Menyerahkan hidupnya pada pekerjaan sampai pada tingkat yang menganggu waktu senggang dan persahabatan.
  • Tidak mampu untuk membuang barang tua atau yang tidak berguna walaupun nilai sentimentilnya rendah.
  • Sulit mendelegasikan tugas
  • Melihat uang sebagai sesuatu yang perlu dikumpulkan
  • Kaku dan keras kepala

Seseorang dengan GKOK umumnya pada masa kanak-kanak mereka terlalu banyak diatur dan harus mengikuti standar yang kaku. Mereka biasanya jarang menerima pujian dan sering menerima hukuman. Mereka harus belajar, bagaimana agar berperilaku dalam cara menghindari hukuman dan apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan pujian. Oleh karena itu mereka belajar untuk berpegang teguh pada aturan dan larangan.

Digest More
// //

Gangguan Panik




Gangguan Panik merupakan kondisi  mental di mana muncul episode ketakutan secara mendadak  yang dapat meicu reaksi fisik yang cukup parah ketika tiada bahaya nyata atau penyebab rasional yang jelas. Gangguan Panik kadang dapat menjadi sangat menakutkan. Ketika penderita mengalami gangguan panin, penderita mungkin telah kehilangan kendali, berpotensi mengalami serangan jantung dan kondisi yang seolah olah sekarat.

Beberapa simptom gangguan panik termasuk:

  • Nafas Sesak/pendek
  • Pusing atau kepala ringan seolah mau pingsan
  • Sesak atau terasa sakit di dada
  • Gemetaran
  • Mulut berasa kering
  • Otot terasa kejang
  • Kesulitan dalam berpikir atau berbicara
  • Kesemutan jari jemari atau kaki
  • Perasaan tersedak atau tercekik
  • Badan Meriang panas dingin
  • Mual 
  • Perut Kram
  • Pandangan seolah olah kabur
  • Cemas seolah olah sekarat, kehilangan kendali atau menjadi marah


    Ketika penderita mengalami gangguan panik, penderita juga bisa khawatir akan implikasi gangguan panik  seperti perasaan merasa terhina atau merasa akan menjadi gila. Penderita hendaknya diusahakan menjauh dari situasi yang dapat memicu gangguan panik tersebut.

    Gangguan panik umunya diberikan perlakuan dengan metode terapi dahulu daripada medikasi. Dokter akan menjelaskan kepada penderita mengenai seluk beluk gangguan panik, misalnya, gangguan panik sebenarnya dapat dibedakan dengan gangguan kejiwaan yang bersifat psikosis. Hal ini dikenal sebagai psiko edukasi.


    Referensi :
    https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/pertolongan-pertama-pada-serangan-panik/

    Digest More
    // //

    Gangguan Kecemasan Umum

    Merupakan hal yang wajar bagi manusia jika terkadang merasakan cemas pada aktivitas sehari-hari seperti misalnya akan menghadapi ujian, masalah pekerjaan atau masalah keluarga. Meskipun demikian, ketika kecemasan itu terlalu berlebihan sehingga menyebabkan munculnya masalah dalam aktivitas kehidupan keseharian atau menjadi demikian parah, Anda dapat terpapar gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan umum melibatkan suatu kondisi ketakutan yang irasional, seperti misalnya ketakutan akan bahaya yang akan menimpa diri Anda atau orang yang Anda cintai, mengenai masalah finasial, kesehatan, hubungan dan pekerjaan.

    Simptom-simptom yang dapat dijumpai secara fisik pada penderita kecemasan diantaranya:
    • Perasaan putus asa
    • Mudah merasa lelah atau sukar tidur dengan baik
    • Selalu merasa tegang dan kurang istirahat atau mudah marah
    • Merasa mual
    • Nafas terasa pendek pendek
    • Sakit kepala
    • Gemetar
    • Tegang otot
    Perlakuan umumnya melibatkan medikasi dan terapi.

    Dengan gangguaan kecemasan, perlakuan psikologis umumnya lebih efektif daripada medikasi, namun medikasi dapat membantu. Perlakuan paling umum adalah dengan memakai antidepresan atau benzodiazepine seperti aparazolam atau diazepam. Umumnya benzodiazepine tidak dianjurkan penggunaannya dalam jangka panjang, untuk menghindari ketergantungan.

    Gangguan kecemasan adalah kasus umum dalam populasi. Secara statistik diperkirakan 25% dari populasi mengalami beberapa gangguan kecemasana yang sebagian  darinya harus melakukan perlakuan dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Kecemasan dapat ditangani dan terapi atau medikasi  dapat meminimalisir efek dari  kurang baik yang ada dalam kehidupan dan hubungan antar manusia.


    Digest More
    // //

    Gangguan Bipolar



    Gangguan mood seperti depresi dan gangguan bipolar merupakan salah satu gangguan jiwa yang cukup sering terjadi. Gangguan bipolar juga dikenal sebagai gangguan jiwa yang memiliki fase ekstrim dari suasana perasaan (mood) seperti depresi dan manik. Gangguan bipolar bisa mulai terjadi pada saat anak-anak dan bersifat kronik. Faktor genetik juga berperan dalam terjadinya gangguan bipolar sehingga biasanya dapat ditemukan anggota keluarga lain yang juga menderita gangguan bipolar.

    Mania merupakan salah satu kondisi dalam gangguan bipolar - suatu kondisi suasana perasaan yang meningkat secara ekstrim dan kadangkala disertai dengan psikosi. Pikiran penderita begitu banyak atau terkadang berbicara begitu cepat sehingga sulit dimengerti orang lain. Penderita juga bisa mengalami masalah tidur pada malam hari atau menderita gangguan insomnia. Penderita pada umumnya melakukan berbagai kecerobohan seperti konsumerisme berlebihan, melakukan aktivitas sexual yang tidak aman atau tindakan agresi.

    Bipolar merupakan gangguan yang dapat timbul kembali dan belum diketahui tekni menyembuhkannya secara total, sehingga penderita mungkin perlu meminum obat untuk mempertahankan mood pada tingkatan yang normal.

    Hipomania merupakan gangguan yang dapat timbul kembali dan belum diketahui teknik penyembuhannya secara total sehingga penderita mungkin perlu mengkonsumsi obat untuk mempertahankan mood pada tahapan yang normal.

    Hipomania merupakan penanda dari bipolar II di mana pasien bisa merasakan sensasi eforia atau agitasi. Episode hipomania mirip dengan episode manik tetapi pada hipomania tingkatan gangguan lebih rendah keparahannya dan terkadang menimbulkan perasaan menyenangkan bagi penderita. Psikosis tidak dijumpai pada episode hipomania.

    Meskipun hipomania berpotensi meningkatkan produktivitas atau menimbulkan suatu perasaan harga diri yang positif, namun konsekuensinya dapat kemudian menjadi kurang menguntungkan, khususnya jika mood penderita memburuk mengarah pada depresi.

    Ada juga suatu keadaan yang merupakan kombinasi dari gejala manik dan depresi. Kombinasi dari situasi ini dapat menyebabkan perasaan sangat sedih, tertekan atau tanpa pengharapan pada penderita dan di saat yang sama mendadak bersemangat. Hal ini dapat membahayakan, sebab resiko bunuh diri terjadi dari perasaan yang sangat tertekan disertai dengan impulsivitas. Jika didapati kondisi penderita mengarah pada kombinasi manik dan depresi, hendaknya Anda sesegera mungkin menghubungi psikiater terdekat di lokasi Anda.

    Bipolar tipe I ditandai dengan sekurang-kurangnya satu episode mania yang dapat disertai episode-episode depresi. Juga terdapat kemungkinan adanya gejala piskotik dalam perjalanan episode manik. Bipolar tipe II ditandai dengan adanya hipomania dan tidak pernah terdapat gejala mania atau psikosis. Meskipun bentuk mania ini kurang membahayakan, episode depresinya mempunyai kecendrungan lebih memburuk, dan seringkali memicu keinginan bunuh diri pada penderita.

    Siklotimia merupakan gangguan spektrum bipolar di mana pada penderita ditemui gejala depresi minor yang berkepanjangan sekurang-kurangnya dua tahun diselingi dengan hipomania. Periode depresi sering ditandai dengan mudah tersinggung dan gelisah daripada perasaaan melankolik dan kehilangan energi.


    Bipolar lainnya yang tidak spesifik, secara sederhana didiagnosis jika terdapat gangguan bipolar yang tidak secara khas memenuhi salah satu kriteria gangguan bipolar dari yang telah diuraikan di atas. Terapi pada gangguan bipolar memerlukan obat-obatan seperti lamotrigin, sodium valproat dan quetiapin, dan disertai dengan proses pskoterapi untuk mengatasi pikiran-pikiran negatif yang dapat menimbulkan depresi.

    Dengan memandang gangguan bipolar sebagai penyakit kambuhan dan hingga saat ini belum ditemukan cara peyembuhannya secara total, penderita hendaknya menempuh proses medikasi seumur hidup untuk memperahankan mood dalam level yang normal. Di samping kenyataan ini, sesungguhnya banyak pasien yang dapat melakukan aktivitas hidupnya dengan baik, selama terus patuh terhadap terapi dan selalu sadar akan perubahan suasana hati yang terjadi.

    Mariah Carey reveals battle with bipolar disorder

    'I lived in denial and isolation and in constant fear someone would expose me'





    Digest More
    Powered by Blogger.