Shelly Iskandar meraih gelar dokter dan psikiater dari Universitas Padjadjaran dan meraih gelar PhD dari Radboud University, Belanda dengan bidang kekhususan adiksi.

Saat ini menjabat sebagai Kepala Program Studi Psikiatri FK UNPAD/ RSHS, menjadi narasumber dan sering mengikuti berbagai forum seminar dan workshop dalam dan luar negeri, anggota Education Board International Society of Addiction Medicine (ISAM). Bekerja sama dengan pasien untuk menemukan solusi permasalahan kesehatan jiwa di RS Hasan Sadikin dan RS Melinda 2 melalui pendekatan modern dan traditional chinesse medicine (akupunktur). Akses lebih lanjut...


Cakupan Layanan Psikiatris Dokter Shelly Meliputi :-

  • Mood Disorders (Depression, Dysthymia, Bipolar affective disorder, among others),Anxiety Disorders and Obsessive Compulsive Disorders (OCD), Schizophrenia and other Psychotic Disorders .
  • Self Harm Behavior and Suicide Risk,Personality Disorders,ADHD (Child, Adolescent, Adult),Sleep Disorders,Eating Disorders.
  • Childhood and Adolescent Disorders including Pervasive Developmental Disorders (Autism, Asperger's, and others),Dementia and Cognitive Disorders, Alcohol and Substance Abuse, Couple Therapy, Perinatal and Postpartum Mood Disorders
// //

Pemberitahuan Libur Praktek 25 Oktober - 28 Oktober 2019

Pengumuman, Dokter Cuti Praktek 25 Oktober sampai 28 Oktober 2019..

Masuk Kembali 29 Oktober 2019

Digest More
// //

Gangguan Kepribadian Histrionik



Gangguan kepribadian histrionik merupakan keadaan di mana penderitanya kelihatan dramatik berlebihan, merasa hidupnya penuh warna, ekstrovet, penuh luapan kegembiraan dan emosional. Perilaku dari penderita gangguan ini umumnya seduktif(merangsang dan mempesona). Penderitanya seringkali sulit untuk mempertahankan hubungan jangka panjang. Sekitat 2-3% penduduk diduga menderita gangguan ini. Pada populasi wanita agak banyak dijumpai dibandingkan dengan lelaki. Penderita gangguan ini seringkali ditemui disertai dengan gangguan jiwa lainnya.

Perilaku ini umumnya dikarenakan penderita memerlukan perhatian, cinta dan dikagumi secara terus menerus. Secara umum penderitanya akan berupaya berperilaku sesuai dengan nilai dan  harapan masyarakat : disukai, sukses, populer, extovert, menarik, diterima secara sosial/mudah bergaul. Walaupun demikian, seseorang dengan gangguan kepribadian Histrionik ini dianggap  berlebihan hingga meningkat ke level patologis. Penderita umumnya memiliki hasrat yang sangat untuk disetujui. Jika penderita gangguan ini tidak mendapatkan cinta yang mereka butuhkan maka mereka akan mudah mengalami cemas dan depresi.

Penderita bisa jadi mengalami masalah dengan teman yang berjenis kelamin sama oleh karena  gaya kepribadian provokatif penderita secara secual dapat merupakan ancaman dalam hubungan atau persahabatan. Penderita juga dapat menerbitkan rasa permusuahn/mengesampingkan seseorang oleh karena keinginannya untuk mendapatkan perhatian yang terus menerus.

Gangguan kepribadian Histrionik dapat diturunkan. Hal ini  terbukti dengan adanya gangguan yang serupa pada suatu keluarga. Pada umumnya penderita gangguan ini tidak memiliki hubungan yang baik dengan orang tuanya, terutama pada masa awal kehidupannya. Mereka jarang mendapatkan penguatan positif atau negatif. Penerimaan dan persetujuan serta aturan aturan dari orang tua sering tidak konsisten.

Digest More
// //

Gangguan Kepribadian Tipe Ambang (Borderline Personality)



Gangguan Kepribadian Tipe Ambang (GKTA)  atau dikenal sebagai borderline personality merupakan gangguan mental yang dicirikan dengan kondisi emosi yang mengganggu (berlebihan dan mudah berubah-rubah), adanya kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri dan masalah dalam berinteraksi dengan orang lain disekitarnya.

GKTA merupakan gangguan mental yang serius dikarenakan memiliki resiko bunuh diri dan menyakiti diri sendiri yang cukup tinggi probabilitasnya. Gangguan ini diderita oleh 2-5 % populasi dan lebih banyak pada perempuan dibandingkan dengan lelaki.

Faktor resiko terjadinya GKTA merupakan perpaduan dari penyebab biologis seperti adanya GKTA pada keluarga (faktor genetik), riwayat perlakuan kekerasan, ditelantarkan, perundungan/bullying dan trauma pada masa kanak-kanak.

Gejala GkTA antara lain :
  • Perasaan tidak aman
  • Pikiran dan perilaku mengarah pada bunuh diri (suicidal thoughts and behaviour)
  • Menyakiti diri sendiri atau berpikiran untuk menyakiti diri sendiri
  • Seringkali merasa kosong/hampa
  • Perilaku impulsif dan ceroboh
  • Hubungan yang tidak stabil
  • Ketidakstabilan emosi
Namun GKTA pada umumnya merupakan terapi psikologis seperti dialectical behavioural therapy, yang bertujuan mengedukasi penderita untuk mengontrol emosi mereka dan belajar untuk menghadapi stress sehingga saat menghadapi masalah mereka dapat menghadapinya dengan lebih baik. Terapi hubungan interpersonal (Interpersonal psychological theraphy) diberikan kepada pasien agar mereka dapat membina hubungan yang lebih baik dengan orang-orang yang bermaksa dalam kehidupan mereka.

Obat dapat membantu pasien GKTA dalam mengatasi gejala cemas, depresi dan perubahan emosi (mood swings). Namun, terapi utama untuk GKTA adalah terapi untuk mengubah pola pikir, dalam cara menghadapi masalah, dan menangani gejala yang dirasakan.
Digest More
// //

Gangguan Kepribadian Narsisistik



Gangguan kepribadian Narsisistik merupakan gangguan di mana penderita memiliki perasaan yang lebih superior dibanding orang lain yang bersifat menetap. Adanya kebutuhan untuk mendapatkan perhatian secara berlebihan dan tidak mampu untuk merasakan perasaan orang lain. Seringkali orang mengatakan gangguan ini sebagai orang yang angkuh, tiada peduli dengan pandangan orang lain dan tinggi hati. Penderita seringkali menilai diri sendiri jauh lebih baik daripada apa yang sudah ia lakukan dan memiliki hasrat yang sangat kuat untuk mendapatkan perhatian dan dikagumi.

Seseorang yang narsis pikirannya dipenuhi dengan khayalan mengenai kesuksesan, kekayaan, kekuasaan dan cinta yang ideal. Penderita tidak atau sukar menerima kritikan dengan baik dan seringkali bereaksi berlebihan terhadap saran atau masukan dari pihak lain.

Kadangkala seseorang dengan gangguan kepribadian ini dikagumi oleh orang lain karena mereka percaya dengan apa yang penderita sampaikan. Biasanya hal ini tidak juga cukup untuk penderita karena mereka memerlukan perhatian yang teramat melimpah.

Orang dengan gangguan narsisistik umumnya merasa iri dengan kesuksesan orang lain oleh karena penderita berpikir atau merasa lebih dengan kemampuannya dan lebih layak daripada orang orang tersebut. Orang dengan gangguan ini lebih mudah merasa rendah diri dan mengalami gangguan kejiwaan lain seperti depresi, masalah hubungan interpersonal, penolakan dan masalah dengan pekerjaan.

Gangguan kepribadian Narsisistik dilandasi oleh adanya pengalaman masa awal kanak-kanak yang negatif. Penderita gangguan ini umumnya memiliki orang tua yang mengalami gangguan serupa. Seseorang yang narsis umumnya selalu mengkritik dirinya sendiri seandainya mengalami kekhawatiran, kegagalan atau kebutuhan untuk merasa tergantung dengan orang lain. Oleh karena pola pemikiran ini berawal dari orang tua, maka anak-anak juga dituntut dengan hal serupa sehingga mereka pada umumnya memiliki pola pemikiran dan sikap yang serupa.

Digest More
// //

Gangguan Kepribadian Paranoid



Gangguan kepribadian paranoid didefenisikan sebagai ketidakpercayaan atau kecurigaan kepada orang orang lain disekitar penderita dan beranggapan bahwa perilaku orang-orang disekitar penderita tersebut mengancam dirinya terlepas dari bukti-bukti yang menunjukkan sebaliknya. Hal ini umumnya terjadi pada awal masa dewasa.

Seseorang dengan gangguan ini akan tampak keras dari penampilannya dan tampak tidak peduli terhadap perasaan orang lain. Penderita biasanya tegang dan mudah tersinggung serta selalu bersikap waspada terhadap kemungkinan adanya ancaman. Kekhawatiran kehilangan kendali dan kemampuan membuat penderita selalu menghindari interaksi dengan orang disekitarnya. Peenderita merasa diintimidasi dan secara terus menerus akan menilai ketulusan orang lain terhadap dirinya.

Penderita gangguan kepribadian Paranoid akan oversensitif dan mengintepretasikan hal kecil sebagai "orang lain akan mencelakakannya". Penderita merasa seolah olah diintimidasi dan secara terus menerus akan menilai ketulusan orang lain terhadap dirinya.

Dengan adanya gangguan kepribadian ini, penderita juga mengalami keterbatasan rasa percaya diri sebagai respon terhadap pemikiran/persepsinya terhadap orang lain. Sebagai contoh. penderita berpikir bahwa dirinya akan kehilangan promosi karena atasannya memiliki masalah dengannya, bukannya berpikir bahwa kemungkinan ada orang yang lebih kompeten.

Penderita memiliki kecenderungan untuk mudah rentan dan berperilaku defensif. Seseorang dengan kepribadian Paranoid akan cenderung menyendiri karena kecenderungan mendendam.

Seseorang dengan gangguan kepribadian Paranoid pada umumnya berkemungkinan besar memiliki keluarga dengan Skizofrenia. Penelitian juga telah memperlihatkan adanya kemungkinan gangguan ini diturunkan secara genetik.

Penderita mungkin memiliki pengalaman sebagai yang dibenci atau mendapatkan perlakuan kekerasan dari orang tua dan menjadi kambing hitam. Sebagai seorang anak, penderita belajar melihat dunia sebagai suatu tempat yang keras dan mulai tidak mempercayai orang lain dan niat mereka.

Gangguan kepribadian pada umumnya diterapi melalui terapi pengertian seperti cognitive behavioural theraphy dan dialectical behavioural theraphy.

Gannguan kepribadian pada umumnya diterapi melalui terapi pengertian seperti cognitive behavioural therapy dan dialectical behavioural therapy.
Digest More
// //

Bulimia Nervosa



Bulimia nervosa  diderita oleh kurang lebih satu hingga dua persen dari populasi, umumnya diderita oleh wanita muda. Gangguan ini bersifat episodik, mengalami siklus makan berlebihan dan pengeluaran berlebihan, memakan makanan dalam jumlah yang sangat berlebihan dan kemudian melakukan pengeluaran makanan seperti memuntahkannya secara sengaja atau dengan penyalahgunaan pencahar.

Pada periode makan yang berlebihan, penderita umumnya menikmati mengkonsumsi makanan yang memiliki kalori tinggi, pada umumnya yang bertekstur lembut/lunak sehingga tidak perlu upaya mengunyah. Makan yang berlebihan ini biasanya dilakukan secara diam-diam dan biasanya hanya dapat dihentikan oleh dorongan yang kuat seperti muntah atau adanya interaksi sosial (keberadaan orang lain). Penderita mengalami perasaan menyenangkan namun dapat menimbulkan rasa malu yang sangat dan depresi.

Dalam periode pengeluaran, penderita akan memaksakan pengeluaran kalori yang berlebihan dengan memuntahkan makanan, penyalahgunaan diuretik (obat yang menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil) dan pencahar, melakukan puasa atau olahraga berlebihan.

Penderita mungkin akan memiliki rasa khawatir dengan penampilannya dan bagaiman orang lain menilainya. Penderita juga kemungkinan akan mengalami perubahan / fluktuasi berat badan  akibat siklus makan yang berlebihan dan pengeluaran yang walaupun pada umumnya penderita bulimia memiliki berat badan dalam rentang normal.

Terdapat gangguan yang berkaitan yaitu makan berlebihan yaitu gangguan makan dalam jumlah berlebih seperti pada bulimia nervisa namun tidak disertai periode pengeluaran.

Muntah berlebihan dan penyalahgunaan pencahar dapat menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Asam lambung yang naik ke saluran di atasnya dapat menyebabkan kerusakan esofagus/saluran pencernaan di atas lambung) dan kerusakan gigi. Jika Anda mengalami bulimia, Anda juga kemungkinan mengalami gangguan mental lainnya seperti depresi dan cemas.
Digest More
// //

Anoreksia Nervosa




Anorexsia nervosa merupakan gangguan yang membuat penderita merasa ketakutan demikian kuat membayangkan berat badannya bertambah. Penderita akan berusaha membatasi kalori/jumlah makanan yang diasup dalam dosis yang extrem rendah. Usaha ini juga disertai dengan berbagai upaya untuk menurunkan berat  badan seperti olahraga yang berlebihan, memaksakan diri untuk memuntahkan makanan, menggunakan pencahar atau diuretik.

Beberapa gejala dari anorexia adalah :
  • Ketakutan bertambah berat badan
  • Preokupasi/pikiran yang terus menerus didominasi dengan makanan dan makan
  • Menggangap diri sendiri gemuk walaupun pada kenyataannya sangat kurus.
  • Memotong makanan menjadi ukuran-ukuran kecil dan meratakannya di piring untuk memberi kesan sedang makan.
  • Melakukan olahraga berlebihan
  • Mungkin melakukan pengeluaran makanan dari tubuh dengan muntah, pencahar atau diuretik.
Terdapat banyak gejala fisik berbahaya yang perlu diwaspadai :
  • Kehilangan berat badan secara cepat atau perubahan / fluktuasi berat badan
  • Penurunan libido/gairah seksual pada laki laki
  • Gangguan menstruasi pada perempuan
  • Pusing, lemah, "kleyengan"
  • Tidak bertenaga
  • Gangguan sirkulasi darah sehingga merasa dingin
  • Perubahan wajah dan munculnya bulu bulu halus pada tubuh
Implikasi / dampak terhadap kesehatan serius dan dapat menyebabkan kematian. Hal yang dapata mengarah ke degenerasi hati, fungsi kelenjar tiroid yang abnormal, hipotermia/suhu tubuh yang rendah, karotenemia (penguningan kulit), gangguan jantung, dan masih banyak lagi. Orang dengan gangguan anoreksia berat mungkin memerlukan rawat inap untuk menyelamatkan nyawanya.

Digest More
Powered by Blogger.