// //

Gangguan Bipolar



Gangguan mood seperti depresi dan gangguan bipolar merupakan salah satu gangguan jiwa yang cukup sering terjadi. Gangguan bipolar juga dikenal sebagai gangguan jiwa yang memiliki fase ekstrim dari suasana perasaan (mood) seperti depresi dan manik. Gangguan bipolar bisa mulai terjadi pada saat anak-anak dan bersifat kronik. Faktor genetik juga berperan dalam terjadinya gangguan bipolar sehingga biasanya dapat ditemukan anggota keluarga lain yang juga menderita gangguan bipolar.

Mania merupakan salah satu kondisi dalam gangguan bipolar - suatu kondisi suasana perasaan yang meningkat secara ekstrim dan kadangkala disertai dengan psikosi. Pikiran penderita begitu banyak atau terkadang berbicara begitu cepat sehingga sulit dimengerti orang lain. Penderita juga bisa mengalami masalah tidur pada malam hari atau menderita gangguan insomnia. Penderita pada umumnya melakukan berbagai kecerobohan seperti konsumerisme berlebihan, melakukan aktivitas sexual yang tidak aman atau tindakan agresi.

Bipolar merupakan gangguan yang dapat timbul kembali dan belum diketahui tekni menyembuhkannya secara total, sehingga penderita mungkin perlu meminum obat untuk mempertahankan mood pada tingkatan yang normal.

Hipomania merupakan gangguan yang dapat timbul kembali dan belum diketahui teknik penyembuhannya secara total sehingga penderita mungkin perlu mengkonsumsi obat untuk mempertahankan mood pada tahapan yang normal.

Hipomania merupakan penanda dari bipolar II di mana pasien bisa merasakan sensasi eforia atau agitasi. Episode hipomania mirip dengan episode manik tetapi pada hipomania tingkatan gangguan lebih rendah keparahannya dan terkadang menimbulkan perasaan menyenangkan bagi penderita. Psikosis tidak dijumpai pada episode hipomania.

Meskipun hipomania berpotensi meningkatkan produktivitas atau menimbulkan suatu perasaan harga diri yang positif, namun konsekuensinya dapat kemudian menjadi kurang menguntungkan, khususnya jika mood penderita memburuk mengarah pada depresi.

Ada juga suatu keadaan yang merupakan kombinasi dari gejala manik dan depresi. Kombinasi dari situasi ini dapat menyebabkan perasaan sangat sedih, tertekan atau tanpa pengharapan pada penderita dan di saat yang sama mendadak bersemangat. Hal ini dapat membahayakan, sebab resiko bunuh diri terjadi dari perasaan yang sangat tertekan disertai dengan impulsivitas. Jika didapati kondisi penderita mengarah pada kombinasi manik dan depresi, hendaknya Anda sesegera mungkin menghubungi psikiater terdekat di lokasi Anda.

Bipolar tipe I ditandai dengan sekurang-kurangnya satu episode mania yang dapat disertai episode-episode depresi. Juga terdapat kemungkinan adanya gejala piskotik dalam perjalanan episode manik. Bipolar tipe II ditandai dengan adanya hipomania dan tidak pernah terdapat gejala mania atau psikosis. Meskipun bentuk mania ini kurang membahayakan, episode depresinya mempunyai kecendrungan lebih memburuk, dan seringkali memicu keinginan bunuh diri pada penderita.

Siklotimia merupakan gangguan spektrum bipolar di mana pada penderita ditemui gejala depresi minor yang berkepanjangan sekurang-kurangnya dua tahun diselingi dengan hipomania. Periode depresi sering ditandai dengan mudah tersinggung dan gelisah daripada perasaaan melankolik dan kehilangan energi.


Bipolar lainnya yang tidak spesifik, secara sederhana didiagnosis jika terdapat gangguan bipolar yang tidak secara khas memenuhi salah satu kriteria gangguan bipolar dari yang telah diuraikan di atas. Terapi pada gangguan bipolar memerlukan obat-obatan seperti lamotrigin, sodium valproat dan quetiapin, dan disertai dengan proses pskoterapi untuk mengatasi pikiran-pikiran negatif yang dapat menimbulkan depresi.

Dengan memandang gangguan bipolar sebagai penyakit kambuhan dan hingga saat ini belum ditemukan cara peyembuhannya secara total, penderita hendaknya menempuh proses medikasi seumur hidup untuk memperahankan mood dalam level yang normal. Di samping kenyataan ini, sesungguhnya banyak pasien yang dapat melakukan aktivitas hidupnya dengan baik, selama terus patuh terhadap terapi dan selalu sadar akan perubahan suasana hati yang terjadi.

Mariah Carey reveals battle with bipolar disorder

'I lived in denial and isolation and in constant fear someone would expose me'





Powered by Blogger.